Heboh Pakaian Bekas Impor, Wapres Sampai Harus ‘Turun Tangan’

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan keterangan pers di Kabupaten Pelalawan, Riau (Tangkapan Layar Youtube  Wakil Presiden Republik Indonesia)

Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin melarang impor pakaian bekas. Sebabnya tren yang biasa disebut thrifting ini bisa membahayakan industri tekstil dalam negeri.

Hal ini diungkapkan wapres saat ditanya awak media usai menghadiri acara Hari Desa Asri Nusantara 2023 di Lapangan Bola Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Senin (20/03/2023).

“Saya kira responsnya sudah disampaikan oleh presiden bahwa impor pakaian bekas itu membahayakan industri nasional, industri tekstil kita, nanti produk-produk dalam negeri itu akan terganggu oleh adanya impor baju bekas,” katanya.

Menurut mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu, selain untuk melindungi industri tekstil lokal, juga mencegah masuknya barang bekas yang tidak terjamin kebersihannya, serta mengurangi dampak lingkungan dari limbah pakaian besar.

“Walaupun mungkin tidak potensial, tetapi juga bisa kurang kebersihannya, kesehatannya, dan kemudian juga tidak baiklah (untuk lingkungan),” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan saat ini pemerintah tengah menggalakkan program Bangga Buatan Indonesia (BBI) guna memajukan industri tekstil. Dia juga meminta masyarakat untuk terus membeli produk dalam negeri.

Sebelumnya dalam Business Matching Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Jakarta, Rabu (15/3/2023), Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan impor pakaian besar sangat mengganggu industri tekstil dalam negeri.

“Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri, sangat mengganggu. Jadi yang namanya impor pakaian bekas mengganggu, sangat mengganggu industri kita,” kata Jokowi

Orang nomor 1 di Indonesia itu memerintahkan anak buahnya untuk segera menangani permasalahan ini.

“Sudah saya perintahkan untuk cari betul dan ini sudah sehari dua hari sudah banyak yang ketemu,” tambahnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*