Hindari 7 Makanan Ini Saat Sahur, Bikin Perut Kembung

Ilustrasi Perut Buncit (Pixabay)

Satu dari 10 orang mengalami kembung setelah makan yang membuat perasaan tidak nyaman di perut.

Ahli Gastroenterologi dan Profesor Kedokteran di Harvard Medical School Jacqueline Wolf mengungkapkan bahwa memahami perut kembung itu rumit karena banyak faktor yang mempengaruhi. Namun jika dilihat salah satu penyebab umumnya, kembung seringkali terkait dengan apa yang Anda makan. Karena ada jenis makanan yang lama atau sulit diserap oleh usus.

Sehingga jika Anda sering mengalami masalah kembung setelah makan, coba hindari beberapa makanan berikut untuk mengurangi sakit perut:

1. Makanan Manis

Malabsorpsi Fruktosa atau kondisi yang mengacu pada gangguan di usus terjadi pada sekitar 50% populasi.

Mengonsumsi sedikit fruktosa tentu tidak menjadi masalah, namun jauhi makanan yang dimaniskan dengan sirup jagung fruktosa tinggi seperti permen, roti kemasan, buah kemasan, saus tomat, minuman ringan, jus.

2. Buah Kaya Fruktosa

Jika Anda sensitif terhadap fruktosa hindari buahan manis seperti apel, semangka, anggur, jeruk bali, nectarine, plum, persik, pisang matang, prune, kismis.

Namun pilihlah buah seperti blackberry, blueberry, stroberi, jeruk mandarin, lemon atau pisang yang agak mentah.

3. Sayuran Dengan Fruktan dan Galaktan

Sayuran juga bisa menyebabkan kembung, terutama jika mengandung banyak fruktosa dan galaktan atau sejenis karbohidrat yang bisa menyebabkan gas.

Sayuran yang menyebabkan kembung antara lain, asparagus, timun Jepang, bawang, bawang merah, artichoke, kubis brussel, kubis savoy, kacang polong.

Jika tak mau perut kembung, Anda bisa memakan wortel, terong, alpukat, kacang hijau, tauge, seledri, kembang kol dan selada.

4. Susu dan produk olahan susu lainnya

Intoleransi laktosa mempengaruhi 68% manusia dan kondisi ini lebih umum seiring bertambahnya usia. Jika tak ingin kembung, pilih produk susu bebas laktosa.

Selain itu yoghurt tanpa pemanis bisa juga bisa dikonsumsi, juga keju keras atau tua (keju parmesan, brie, mozzarella, Swiss, dan kambing) lebih aman untuk perut daripada keju lunak.

5. Produk Mengandung Pengganti Gula

Hindari zat pengganti gula seperti sorbitol, mannitol, xylitol, dan erythritol karena menyebabkan gas. Perut Anda akan kesulitan untuk memecah zat itu.

Stevia dan esktrak buah biksu jauh lebih sehat dan kecil kemungkinannya menyebabkan gas atau kembung.

6. Biji-Bijian

Makanan yang mengandung gluten bisa menyebabkan kembung untuk orang yang perutnya sensitif. Sehingga Anda disarankan menghindari gandum, jelai, dan gandum hitam.

Makanlah makanan yang tidak terlalu kasar di usus, seperti nasi, quinoa, oat, dan produk bebas gluten lainnya.

7. Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi memperkuat mikrobioma usus. Tapi beberapa dapat menyebabkan kembung dan perut bergas. Sehingga Anda disarankan untuk membatasi asupan seperti kimchi, kombucha, dan acar.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*