Instagram Mulai Ditinggal Gegara Ini, Diungkap Pendirinya

This Friday, Aug. 23, 2019 photo shows the Instagram app icon on the screen of a mobile device in New York. (AP Photo/Jenny Kane)

Salah satu pendiri Instagram, Kevin Systrom, membongkar penyebab Instagram mulai ditinggalkan. Menurut dia, platform berbagi konten visual itu sudah tak punya ‘jiwa’.

Belakangan, eksistensi Instagram memang pelan-pelan direbut TikTok. Menurut laporan firma riset Pew Research Center, remaja yang betah berlama-lama di TikTok lebih tinggi 50% ketimbang di Instagram.

Laporan We Are Social menyebut durasi waktu yang dihabiskan warganet di TikTok secara global rata-rata 23,5 jam per bulan. Sementara itu, Instagram hanya meraup 12 jam per bulan.

Menurut Systrom, masalah utama Instagram adalah terlalu fokus mengejar pemasukan iklan. Memang strategi ini baik bagi pertumbuhan bisnis, namun lama-lama akan mengorbankan pertumbuhan pengguna.

Banyaknya influencer di Instagram yang gencar mempromosikan barang dan gaya hidup juga dianggap Systrom sebagai masalah. Pasalnya, hal tersebut membuat warganet biasa tersingkir.

“Mereka yang hanya ingin membagikan momen dengan orang-orang terkasih lama-lama bisa tak tahan melihat Instagram yang dibanjiri iklan dan promosi dari influencer,” dikutip dari Gizchina, Senin (20/3/2023).

Menurut Systrom, esensi Instagram yang dulu ia dirikan tak sama dengan saat ini. Ia dulu suka mengakses Instgram untuk melihat apa yang dilakukan teman dan keluarga.

Sekarang, ketika log in ke Instagram, yang ia lihat cuma brand dan influencer yang berusaha menjual produk dan jasa, serta mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya.

Ia memuji media sosial BeReal yang mencoba mengembalikkan nilai penting dari jejaring sosial, yakni berbagi momen apa saja.

Systrom mendirikan Instagram pada 2010 lalu bersama Mike Krieger. Pada 2012, platform itu dicaplok Facebook dengan nilai US$ 1 miliar.

Systrom dan Krieger masih sempat bekerja di Instagram setelah akuisisi itu, namun hengkang pada 2018 karena ada ketidaksepakatan dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*