NASIB Anggota KPPS Dipecat Usai Acung Pose 2 Jari, Ngaku Salah,Kini Orangtua Sedih Banyak yang Julid

Bebebrapa waktu lalu, sempat viral seorang anggota KPPS dipecat gara-gara unggah video pose dua jari dan menyebut nama Prabowo.

Ia pun kemudian dipecat gara-gara aksinya tersebut.

Kini petugas KPPS tersebut buka suara terkait kesalahan yang diperbuatnya.

Petugas cantik bernama Helmi Herawati itu belum lama ini bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Ia menceritakan mulanya hanya iseng membuat video dengan mengacungkan dua jari dan menyebut nama Prabowo.

“Itu refleks aja karena memang senang sama Pak Prabowo. Setelah bikin video terus diupload ke Instagram dan Facebook. Bikin videonya sebelum acara Bimtek,” kata perempuan asal Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran itu.

Setelah viral, Helmi pun dipanggil oleh pihak KPU. Saat pemanggilan ia menegaskan tak ada unsur paksaan atau disuruh pihak tertentu.

“Saya jelaskan itu murni inisiatif saya sendiri. Kalaupun harus dipecat gak apa-apa karena memang kesalahan sendiri,” ucapnya.

Helmi mengaku awalnya biasa saja, namun kesedihan justru muncul saat orang tuanya banyak mendapatkan omongan miring baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Orang tua kasihan ke saya karena banyak yang julid. Tapi sekarang sudah gak sedih karena bisa ketemu Kang Dedi, soalnya saya sama keluarga senang sama Kang Dedi,” katanya.

Sementara itu Dedi Mulyadi menanggapi keputusan KPU sudah tepat.

Sebab sebagai penyelenggara pemilu seharusnya siapapun harus netral.

Namun ia meminta hal tersebut berlaku pada semua pihak tanpa tebang pilih.

“Kalau menurut saya diberhentikan ya memang itu harus dilakukan manakala penyelenggara dianggap tidak netral, dan itu harus berlaku pada semua, artinya pada pendukung 01 tidak boleh 03 juga tidak boleh,” ujarnya.

Meski begitu Kang Dedi memberikan semangat pada Helmi agar tak larut dalam kesedihan.

Keputusan seseorang untuk mendukung Prabowo memang tak bisa dibendung namun tetap tidak dibenarkan jika itu melanggar aturan.

“Jadi, saya memang tidak setuju kalau penyelenggara berpihak karena harus netral dan menjaga objektivitas. Risiko harus dihadapi karena melanggar dan harus diberhentikan walaupun rela diberhentikan demi mendukung Pak Prabowo,” kata Dedi Mulyadi.

Apes nasib seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di Pangandaran, dia dipecat setelah videonya salam dua jari viral.

Petugas KPPS itu dianggap tidak netral hingga berakhir dipecat.

Anggota KPPS berparas cantik itu diketahui berinisial HH.

HH adalah warga di Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sempat bekerja di TPS 8.

Putri kedua dari tiga bersaudara ini memiliki hobi olahraga bola voli dalam kesehariannya.

“Kalau untuk pekerjaan, dulu sempat kerja di Jambi.

Tapi sekarang mah masih pengangguran lah,” ujar HH saat dihubungi Tribunjabar.id tidak lama ini.

Meskipun tidak bekerja, saat ini HH sedang menggeluti bidang olahraga voli yang menjadi hobinya.

“Ya, ikut-ikutan voli sama temen,” katanya.

Setelah viral mengacungkan 2 jari menyebut nomor 2 dan nama Prabowo, HH berharap video yang sudah menyebar itu bisa dihapus.

“Ya, kalau bisa dihapus. Bisa dihapus enggak, Pak?

Karena, kalau di media sosial saya secara pribadi sudah menghapus,” ucap HH.

Pasalnya, meskipun di medsosnya (Facebook) sudah dihapus, masih ada orang yang menyebarkan sampai akhirnya sekarang viral.

“Saya juga baru sadar, video saya malah viral.”

“Yang pertama menyebarkan videonya. Ya, saya belum tahu,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) viral di Pangandaran hingga akhirnya dipecat.

Video tersebut viral karena anggota KPPS itu acungkan salam dua jari, sebut nomor 2 dan nama Prabowo.

Dalam Video berdurasi 17 detik, terlihat seorang wanita berparas cantik yang merupakan anggota KPPS merekam dirinya dengan dua temannya berada di suatu ruangan aula hotel.

Di akhir video, anggota KPPS yang belum diketahui namanya menyebut nomor 2 dan nama Prabowo sambil berpose.

Video itu pun sudah berkali-kali dibagikan di aplikasi WhatsApp dan di Facebook.

Kemudian wanita itu mengatakan kata Dua sambil mengacungkan dua jari.

Bahkan dirinyapun menyebut nama capres nomor 2, Prabowo.

“Dua, Prabowo,” ucap wanita itu sambil mengacungkan dua jari.

Video itupun mendapat banyak komentar dari netizen.

@Princess “memang harus netral utk smua kpps”

@The green “semua petugas kpps harus netral.

dari nomor telpon juga bisa terlacak.. saudra saya juga gk lolos karena terlacak nomornya jadi relawan 02”

@Nunik Istiana Wulandari “petugas kpps gk boleh, kl suami atau ortunya yg kampanye boleh”

@imassajah “memang kalo sudah mengikuti pelantikan sama bimtek itu kita dilarang berpost yg berkaitan dgn politik, jadi harus netral”

Dilansir dari TribunJabar.id, ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin pun membenarkan kejadian dalam video itu.

Menurutnya, video itu direkam pada Sabtu (27/1/2024) sebelum kegiatan bimbingan teknis atau Bimtek KPPS.

“Itu, anggota KPPS dan (videonya) sebelum Bimtek. Terus, kemarin sore ada yang ngomong ke saya.

Ya, saya bilang pecat,” ujar Muhtadin kepada sejumlah wartawan di satu hotel di Pantai Pangandaran, Minggu (28/1/2024) siang.

Wanita itu sendiri adalah anggota KPPS dari wilayah Kecamatan Cigugur, Pangandaran.

“Ya, katanya cuman heurey (bercanda). Tapi, saya mah enggak memandang itu bercanda.

Karena, menyebutkan citra diri peserta Pemilu,” katanya.

Usai video tersebut viral, Muhtadin sempat meminta anggota itu klarifikasi.

Namun kini anggota tersebut sudah dipecat dan diganti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*