PSDS Deliserdang Krisis Keuangan Dampak Denda Fantastis PSSI, Sejumlah Pemain Belum Digaji

Tim PSDS Deliserdang mengaku belum membayar gaji sejumlah pemainnya. Penunggakan itu disebabkan krisis keuangan yang dialami PSDS Deliserdang pascadenda fantastis yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Seperti diketahui sebelumnya, Tim berjuluk Traktor Kuning itu mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Komdis PSSI mengumumkan sanksi tersebut pada 1 Februari 2024. Yang mana Komdis menyatakan bahwa PSDS harus membayar denda sebesar Rp225 juta.

Sanksi tersebut akibat ulah penonton yang mengucapkan kata-kata rasis terhadap pemain Nusantara United, serta melakukan pelemparan plastik berisi air ke arah pemain.

Manajer tim PSDS Deliserdang, Herman Sagita mengatakan, saat ini ada sejumlah pemain yang terpaksa belum di gaji, meskipun kompetisi sudah selesai. Hanya saja, ia enggan membeberkan nama-nama para pemain yang belum mendapatkan gaji tersebut.

“Benar-benar pusing ini, karena denda ratusan juta itu. Padahal gaji pemain di situ. Terpaksa anak-anak ada yang satu sampai dua bulan belum gajian. Saya bilang, sabar lah menunggu uang dari PT LIB (PT Liga Indonesia Baru),” kata, Herman Sagita kepada Tribun Medan melalui seluler, Kamis (8/2/2024).

Herman mengatakan, para pemainnya cukup memahami kondisi yang dialami tim PSDS Deliserdang saat ini.

“Tapi anak-anak sabar kok. Anak-anak memahami kok kondisinya. Memang situasi yang menyebabkan. Padahal kita tinggal memberikan gaji mereka. Tapi tiba-tiba di denda. Masa dendanya kalah sama yang di Kanjuruhan,” ujar pria berusia 60 tahun tersebut.

Meski begitu, ia mengaku, menerima dengan ihklas denda yang diberikan Komdis PSSI pascalaga menghadapi Nusantara United di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang, Sabtu (27/1/2024) lalu.

“Yaudah lah, kita tetap legowo (ihklas) kok,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman Sagita yang akrab disapa Cinwa menyampaikan, pihaknya akan tetap bertanggungjawab melunasi gaji sejumlah pemainnya tersebut.

“Mungkin mengulur waktu lah sampai maret atau april di cicil-cicil,” katanya.

Ia berharap, kepada supporter PSDS Deliserdang agar kedepannya tidak melakukan ha yang sama yang dapat merugikan pemain dan tim. Apalagi menurutnya, tim PSDS Deliserdang saat ini cukup kesulitan mendapatkan sponsor selama kompetisi.

“Supporter jangan sempat membuat denda. Kita tim kabupaten dan susah mencari sponsor. Karena ulah supporter, kita bisa kena denda. Kasihan di pemain, seharusnya pemain sudah gajian. Karena kena denda terpaksa harus di undur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*