RI Sukses Tangani Covid, Luhut: Ini karena Leadership Jokowi!

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di acara Mandiri Investment Forum 2023. (Bloomberg via Getty Images/Bloomberg)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Indonesia kini menempati 5 besar negara dengan cakupan vaksinasi terbesar. Namun dosis ketiga atau booster masih perlu didorong. Kesuksesan ini karena kepemimpinan Presiden Jokowi.

Hal ini diungkapkan ketika acara Penghargaan Penanganan Covid – 19, di Jakarta, Senin (20/3/2023).

“Pertengahan Maret sebanyak 450 juta dosis vaksin telah disuntikkan, sehingga Indonesia merupakan peringkat 5 terbesar dunia dalam vaksinasi terbanyak. Semua ini karena leadership dari Presiden Republik Indonesia,” katanya dalam sambutan.

Luhut mengungkapkan, wilayah Jawa dan Bali merupakan epicentrum Covid – 19 yang saat ini capaian dosis kedua tembus 79% atau 108 juta dosis sampai pertengahan Maret 2023. Namun dosis ketiga masih perlu akselerasi karena masih minim dari target.

“Selanjutnya booster ketiga masih perlu untuk akselerasi dengan capaian 33,7% dari sasaran,” kata Luhut.

Dalam acara itu Luhut juga mengungkapkan per 31 Desember 2023 Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghentikan kebijakan PPKM, karena dinilai situasi pandemi Covid – 19 yang sudah terkendali. Dimana tingkat imunitas masyarakat terhadap virus itu semakin membaik. Sehingga pemulihan ekonomi berjalan cepat dan Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di seluruh dunia pasca pandemi.

“Relaksasi dan pencabutan PPKM memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat,” katanya.

Selain itu keberhasilan penanganan pandemi Covid – 19 merupakan kerjasama berbagai stakeholder dari pusat hingga daerah, TNI – Polri, masyarakat, akademisi, swasta hingga media. Selain menurut Luhut Indonesia berhasil juga imbas bekerja dari yang berbasiskan data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*