Tetap Waspada! 25.000 Titik Rawan Kecelakaan Akan Masuk Peta

Warga melintasi Flyover Lenteng Agung di Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan uji coba lalu lintas di jalan layang tapal kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat selama 3 hari. Dimulai hari Minggu (31/1) pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB serta hari Senin (1/2) dan Selasa (2/2) pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Uji coba dilakukan untuk mengevaluasi kekurangan pekerjaan yang ada di lapangan seperti marka, rambu dan kelengkapan jalan. Sejumlah tanda penunjuk jalan hingga fasilitas perjalanan juga telah dipasang di flyover ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini jalan layang atau flyover Tapal Kuda bisa menyelesaikan masalah kemacetan di kawasan Pasar Minggu-Lenteng Agung, Jakarta Selatan.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

PT Jasa Raharja tengah melakukan pembahasan mengenai titik-titik lokasi rawan kecelakaan untuk diintegrasikan pada peta digital atau Google Maps. Dengan begitu, nantinya bukan hanya rincian lokasi dan jarak, informasi mengenai titik rawan kecelakaan pun bisa diakses.

“Kenapa titik-titik rawan kecelakaan tidak diterima Google sebagai bentuk pengingat kepada masyarakat. Ketika mereka menggunakan Google tidak hanya diingatkan lokasi yang akan ditempuh, tapi juga lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan,” kata Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono dalam Media Gathering PT Jasa Raharja Tahun 2023 dengan tema “Implementasi Pasal 74 UU 22 Tahun 2009”, Senin (20/3/2023).

Dia mengungkapkan saat ini Jasa Raharja memiliki sebanyak 25 ribu titik rawan yang tersebar di Indonesia. Rivan mengatakan pada 70% titik rawan tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Sebanyak 70% adalah titik yang rawan atau sering terjadi kecelakaan. Ini memang perlu diberikan kepada masyarakat agar mereka lebih waspada ketika menggunakan kendaraannya,” paparnya.

Sepanjang tahun lalu, Jasa Raharja mencatat adanya tingkat jumlah kecelakaan lalu lintas. Hal ini terlihat dari jumlah santunan yang disalurkan Jasa Raharja yang mencapai Rp 29 triliun, bahkan kecelakaan ekstrim mengalami peningkatan sebesar 23%.

“Tahun 2022 santunan yang kami serahkan kepada masyarakat, meningkat cukup signifikan 22,5%. Ini karena sejak PPKM dibuka, kemudian masyarakat diberikan kesempatan untuk beraktivitas kembali. Tampaknya kecelakaan ini sangat tinggi sekali,” ungkap Rivan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*