Waspada! Hustle Culture Rentan Bikin Stres & Jerawatan

Waspada! Hustle Culture Rentan Bikin Stres & Jerawatan

Ilustrasi jerawat (Dok: Freepik)

Hustle culture atau bekerja terlalu keras dan mendorong diri sendiri untuk melampaui batas kemampuan saat ini seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kota-kota besar. Kebiasaan ini tentunya membawa dampak buruk bagi para pelakunya, salah satunya tingkat stres yang semakin tinggi.

Tanpa disadari, stres yang tinggi bisa berdampak pada kondisi fisik seseorang termasuk kesehatan kulit. Ada sebagian orang yang rentan mengalami jerawat di bagian wajah ketika dalam kondisi stres yang tinggi. Kondisi ini diperparah jika kurang menjaga kebersihan wajah. Akibatnya, tubuh pun akan banyak mengeluarkan hormon kortisol dan androgen ketika stres.

The Journal of Clinical https://kas138.fyi/ and Aesthetic Dermatology sebagaimana dikutip Byrdie melaporkan stres muncul seiring dengan peningkatan kortisol. Peningkatan kortisol ini memicu respons sistemik dalam tubuh yang berpotensi berdampak pada sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan proses pertumbuhan. Kortisol ini juga dapat meningkatkan produksi sebum (minyak). Produksi minyak berlebihan ini membuat banyak pori-pori tersumbat, dan pada akhirnya akan menimbulkan jerawat.

Biasanya, jerawat muncul karena stres atau stress acne terjadi di area wajah yang paling berminyak atau zona T dengan disertai pori-pori yang membesar, kilap, komedo, dan kulit tidak rata atau kasar. Jerawat karena stres biasanya juga disertai kemerahan, bahkan gatal-gatal.

dr. Aprilia Karen Mandagie, Sp.KK, membenarkan adanya dampak tingkat stres terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan kulit yang dapat mengakibatkan timbulnya jerawat.

“Timbulnya jerawat itu dapat dipengaruhi beberapa faktor. Selain pengaruh hormon, kemunculan jerawat bisa dipengaruhi asupan makanan/minuman yang dikonsumsi tubuh hingga tingkat stres. Stressor maupun terlalu banyak konsumsi jenis makanan tertentu dapat memicu aktivitas kelenjar sebum memproduksi sebum berlebih sehingga dapat menimbulkan jerawat pada kulit,” ucapnya.

“Stres adalah suatu bentuk tekanan fisik dan psikologis yang muncul saat menghadapi kondisi yang terasa berbahaya. Ada beberapa kondisi umum yang dapat menyebabkan stres, seperti kurang istirahat akibat beban pekerjaan yang berat, masalah sosial seperti ketidakstabilan keuangan, perubahan besar dalam hidup, konflik interpersonal, maupun rasa cemas karena ketidakpastian masa depan,” imbuh dr. Aprilia.

Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya stress acne adalah dengan tidur dan istirahat yang cukup. Karena saat tidur, tubuh akan melakukan fungsi penyembuhannya. Lalu bisa dengan rutin melakukan olahraga sehingga tingkat stres akan menurun. Selain itu, menjaga pola makan dan makan makanan bergizi, sebab stres membuat pola makan terganggu. Makanan tinggi karbohidrat, seperti produk susu, lemak jenuh, dan lemak trans juga merangsang produksi hormon yang dapat memicu produksi minyak berlebih.

Namun, apabila jerawat telah muncul, pastikan Anda melakukan langkah yang tepat untuk menanganinya. Ingat, jangan ambil tindakan yang justru memperparah jerawat, seperti memencet jerawat yang dapat memperparah dan berpotensi meninggalkan bekas menghitam.

Selain itu, telitilah memilih produk perawatan kulit. Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan permasalahan kulit malah dapat memperburuk kondisi jerawat. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan komprehensif serta untuk mendapatkan produk perawatan kulit yang sesuai, berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit sangat dianjurkan.

“Untuk mencegah terjadinya peradangan jerawat, penting untuk segera memeriksakan ke dokter spesialis kulit,” ungkap dr. Aprilia beberapa waktu lalu.

 

HalodocKonsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat dilakukan di Halodoc

 

Untuk memeriksakan kondisi jerawat, kini masyarakat juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit di telemedisin. Melalui kemudahan akses telemedisin, diharapkan masyarakat dapat mengatasi permasalahan jerawat tersebut dengan lebih mudah dan efektif.

“Guna mempermudah masyarakat mengatasi berbagai permasalahan kesehatan kulit, Halodoc telah memiliki kanal khusus Kesehatan Kulit dalam aplikasi Halodoc. Pengguna bisa mendapatkan berbagai layanan seputar kesehatan kulit melalui kanal tersebut, termasuk berkonsultasi dengan ratusan dokter spesialis kulit berpengalaman dan berlisensi yang dapat menjadi teman dalam perjuangan mengatasi permasalahan jerawat. Selain konsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, pengguna juga dapat melakukan pemesanan treatment wajah di rumah sakit atau klinik yang telah bekerja sama denganHalodoc,” ujar VP Product & Brand Marketing Halodoc menyatakan Ridzky Novasandro.

 

Berikut langkah untuk konsultasi dengan dokter spesialis kulit di Halodoc:

-Buka Aplikasi Halodoc dan pastikan telah log in

-Pilih menu “Chat dengan Dokter”

-Pada kolom “Cari Dokter atau Spesialisasi”, klik bagian “Spesialis Kulit”

-Kemudian pilih dokter spesialis kulit sesuai dengan keahliannya

-Klik “Chat” lalu pilih “Konsultasi Sekarang” atau “Konsultasi Nanti”

-Jika pilih “Konsultasi Nanti”, maka pengguna dapat menjadwalkan konsultasi sesuai dengan waktu yang tersedia

-Terakhir melakukan pembayaran dengan metode pembayaran yang tersedia

 

Saat ini, Halodoc memberikan penawaran istimewa bagi pengguna yang ingin berkonsultasi mengenai masalah jerawat. Dengan menggunakan kode “BESTIEDES,” pengguna dapat menikmati diskon sebesar 40%, dengan potongan maksimal hingga Rp 20 ribu, saat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc. Untuk menikmati penawaran ini, pengguna hanya perlu melakukan transaksi secara langsung melalui aplikasi Halodoc yang dapat diunduh baik melalui iOS dan Android.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*